Ketua Bidang Prestasi (Binpres) KONI Kota Payakumbuh, Aswandi, Dt, Pangkal Marajo Nan Kayo menegaskan bahwa pembinaan atlet ke depan akan dilakukan secara lebih terukur dan objektif melalui penerapan sistem promosi dan degradasi atlet serta pelatih.
Sistem ini disiapkan sebagai bagian dari strategi menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.
Hal tersebut disampaikan Aswandi, Dt, Pangkal Marajo Nan Kayo dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Payakumbuh tahun 2025 yang digelar di Aula SMAN 2 Payakumbuh, Kamis (25/12/2025).
Menurutnya, pengelompokkan atlet ke dalam tiga kategori, yakni atlet andalan, atlet prioritas, dan atlet potensial, dengan indikator utama berbasis prestasi yang diraih pada kejuaraan resmi, baik tingkat daerah, nasional, maupun multi event.
“Pembinaan tidak bisa lagi bersifat subjektif. Atlet dan pelatih akan dinilai berdasarkan prestasi, konsistensi latihan, serta partisipasi dalam kejuaraan resmi. Yang berprestasi akan dipromosikan, sementara yang tidak memenuhi target akan didegradasi,” tegas Aswandi.
Ia menjelaskan, atlet andalan merupakan mereka yang telah berprestasi di level nasional hingga internasional atau tergabung dalam Pelatda maupun Pelatnas. Sementara atlet prioritas dan potensial berasal dari capaian medali pada kejuaraan daerah, pelajar, maupun kejuaraan umum yang diakui.
Selain atlet, sistem evaluasi juga diberlakukan kepada pelatih dan asisten pelatih, di mana status mereka sangat bergantung pada prestasi atlet binaannya. KONI juga menetapkan kewajiban bagi atlet dan pelatih untuk menandatangani pakta integritas, berlatih secara konsisten, serta membela Kota Payakumbuh pada Porprov 2026.
“Bantuan pembinaan hanya diberikan kepada atlet dan pelatih yang aktif, disiplin, serta menunjukkan peningkatan prestasi. Ini sekaligus menjadi motivasi agar seluruh cabang olahraga serius menjalankan program latihan,” tambahnya.
Aswandi menekankan bahwa cabang olahraga juga memiliki peran penting dalam sistem ini, mulai dari pelaporan hasil kejuaraan, kelengkapan administrasi, hingga pelaksanaan program kerja yang terukur. Evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh tim prestasi KONI sebelum ditetapkan melalui rapat pleno pimpinan.
Dengan sistem promosi dan degradasi ini, Aswandi optimistis pembinaan olahraga di Kota Payakumbuh akan berjalan lebih profesional dan mampu melahirkan atlet-atlet berdaya saing tinggi.
“Target kita jelas, bukan hanya ikut Porprov, tapi mampu berbicara prestasi dan mengharumkan nama Kota Payakumbuh,” tutupnya.

0 Komentar