Hanya atlet yang benar-benar siap dan berpotensi meraih prestasi yang akan diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KONI Kota Payakumbuh saat penyampaian laporan pertanggung jawaban pada Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Payakumbuh, Kamis (25/12/2025).
Terkait persiapan dan kebijakan KONI menghadapi Porprov 2026. Menurut Yengki keberangkatan atlet dalam Porprov tidak dilakukan secara seremonial saja, melainkan berdasarkan kesiapan dan peluang prestasi yang dimiliki. “Hanya atlet yang siap dan siap berprestasi yang akan diberangkatkan mengikuti Porprov,” tegas Yengki.
Ia juga menjelaskan terkait penyerapan anggaran hibah KONI Kota Payakumbuh yang telah mencapai 95,71 persen.
Anggaran tersebut telah disalurkan dalam waktu satu bulan sejak dana hibah dicairkan. Dana tersebut merupakan bagian dari perubahan anggaran akibat pembatalan Porprov 2025 ke Juni 2026.
Terkait tidak tercapainya penyerapan hingga 100 persen, Yengki menjelaskan bahwa hal itu disebabkan, ada beberapa cabor yang membatalkan pelaksanaan kegiatan.
Lebih lanjut, Yengki mengakui bahwa kondisi Porprov 2026 mendatang tidak dalam situasi yang ideal. Karena banyaknya penyesuaian. Meski demikian, KONI Payakumbuh tetap berupaya menjalankan fungsi pembinaan olahraga secara maksimal.
Ia menegaskan bahwa KONI Kota Payakumbuh merupakan rumah besar bagi seluruh insan olahraga di Kota Payakumbuh. Seluruh pengurus bekerja atas dasar pengabdian, bukan karena faktor finansial.
“Pengurus KONI tidak bergaji. Kepengurusan KONI yang dilantik ini merupakan bentuk pengabdian dan pelayanan bagi atlet untuk meraih prestasi,” ujarnya.
Lain itu, Yengki memandang investasi terbesar dalam olahraga terletak pada peran pelatih. Menurutnya, naluri dan kemampuan seorang pelatih sangat menentukan lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa depan.
“Investasi jangka panjang itu ada pada pelatih. Naluri seorang pelatih mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tutup Yengki.

0 Komentar